Etnografi adalah sebuah seni dan ilmu yang
mengambarkan sebuah kelompok dalam kebudayaan. Gambaran dapat berupa sebuah
kelompok kecil pada beberapa wilayah yang asing atau masyarakat pada kelas
pinggiran. Hal ini seperti seseorang yang menjadi seorang investigative
reporter yang mewawancarai orang-orang yang bersangkutan, meringkas apa
yang telah direkam, mempertimbangkan kebenaran opini dari satu orang dan
pertentangannya dengan pendapat orang lain, mencari hubungan
kepentingan-kepentingan khusus dan organisasi, dan menuliskannya.
Kunci dari
perbedaan diantarainvestigative reporter dan etnografer adalah jurnalis
bertindak dalam menggali sesuatu yang tidak biasa, misalnya pembunuhan,
tabrakan pesawat, perampokan bank, sedangkan etnografer menulis kebiasaan
sehari-hari, misalnya tentang pikiran dan tingkah laku manusia.
Sebelum terjun ke lapangan etnografer mulai
dengan sebuah masalah, teori atau model, sebuah desain penelitian, teknik
pengumpulan data spesifik, alat untuk analisis, dan gaya penulisan yang
spesifik. Etnografer mulai dengan prasangka dan mempertimbangkan ide tentang
bagaimana orang bertindak dan bagaimana mereka berpikir.
Prasangka
menyajikan fungsi positif dan negatif. Tidak terkontrolnya prasangka bisa
mempengaruhi kualitas penelitian etnografi. Merujuk pada efek negatif dari
prasangka, etnografer harus membuat prasangka yang spesifik dan jelas. Sebuah
rentetan dari pengawasan kualitas khusus seperti triangulasi, kontekstualisasi,
dan nonjudgmental merupakan hal yang berorientasi pada pemeriksaan
pengaruh negatif dari prasangka. Etnografer harus terbuka dalam penelitiannya.
Etnografer tertarik pada pemahaman dan penggambaran sebuah adegan sosial dan
budaya dari emic, atau insider’s perspective. Ethnografer adalah storytellerdan scientist.